Langsung ke konten utama

Postingan

Tips: 5 Ways to Protect Your Twitter Account

Last week we discussed some  safety tips on Gmail  and how you can completely secure your email account from getting hacked. Twitter is not an exception and you should be very careful with your Twitter activity.  There are a lot of “phishing scams” spreading on Twitter and other social networking sites everyday. People use insane methods, scripts and fake login pages to gain access to your social profiles, thus causing identity theft which may cause severe outcomes. Imagine someone gets access to your Twitter account and then changes the account password and the email address associated with it. You lose the Twitter account and in the worst case, the scammer may gain personal information from your tweets, connections or Direct messages.   He/she may even hurt your online reputation by tweeting spam links, abusive language or vulgar images. Here is a list of techniques you should keep in mind to completely protect your Twitter account from unauthorized acti...

Sejarah: Segelintir Kisah Panglima Polem

Oleh Junaidi Mulieng “SAYA sudah tiga tahun menemani Panglima,” ungkap lelaki tua itu. “Itu saya lakukan atas kerelaan dan keikhlasan hati saya. Tidak ada bayaran sedikit pun yang saya terima dan saya tidak mengharapkan apa-apa,” lanjutnya. Namanya Teungku Abdullah. Rambutnya sudah memutih. Dari kaki sampai wajahnya dipenuhi keriput. Ia menyandarkan tubuhnya yang lemas pada sebidang kayu yang jadi sekat tempat penyimpanan padi. Abdullah adalah penjaga arel permakaman Panglima Polem. “ Meunoe keuh meunyoe ka tuha, meusapeu hanjeut ta peubeut le (beginilah kalau sudah tua, tidak bisa kerja apa-apa lagi),”sambung Abdullah dengan suara parau. Ia mengenakan baju putih tua lengan panjang yang dilipat sebatas siku dan celana abu-abu. “ Ka lhee beuluen Abu saket, hana geujak sahoe (sudah tiga bulan Abu sakit, beliau tidak ke mana-mana),” ujar Yusuf, sang cucu yang mendampinginya.

Sejarah: Inilah Pidato Peresmian Kerajaan Aceh Darussalam

Ilustrasi: salah satu manuskrip tentang keberadaan kerajaan Samudra Pase Pidato ini merupakan pidato pertama kali dalam sejarah pendirian atau peresmian Kerajaan Aceh Darussalam, dimana raja pertama adalah Meurah Johan yang mendapatkan gelar Sultan Alaidin Johansyah. PIDATO SYEKH ABDULLAH KAN’AN Assalamu’alaikum Wr.Wb. Segala puji hanya untuk Allah, Pencipta dan Pemilik semesta alam Salawat dan salam untuk penghulu kita Rasulullah Muhammad SAW. Saudara-saudara yang kami muliakan, Hari ini kita menutup musyawarah akbar Kerajaan Seudu, Indra Purwa, Indra Patra, Indra Puri dan Indra Purba serta diikuti oleh wakil dari Kerajaan Islam Peureulak, Pase, Benua dan Kerajaan Islam Lingga. Kita telah sepakat untuk mendirikan satu Kerajaan Islam Aceh dengan nama Kerajaan Aceh Darussalam.

Sejarah: Batu Cadas dari Beureuneun

"Buntut?"-Daud Beureueh mengernyitkan dahi. Adegan ini terjadi pada awal 1980-an di Beureunen-kota kecil 15 kilometer dari Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie. Ketika itu sang Abu-sebutan sehari-hari Daud Beureueh-baru pulang dari tahanan rumah di Jakarta.  Tengah berjalan-jalan di pasar dia melihat sekerumunan orang sibuk mencoret-coret kertas di sebuah kedai kopi. "Sedang apa mereka itu? Kok, sibuk sekali?" tanya Beureueh kepada Yasin, Camat Beureunen yang mendampinginya. "Mereka menerka kode buntut, Abu," jawab Yasin. Abu bergumam. "Hmm, judi rupanya." Tanpa disangka, Beureueh masuk ke kedai kopi itu. Tiba-tiba dia memukulkan tongkatnya keras-keras ke atas meja. Kertas kode buntut bertebaran. Lalu dengan suara menggelegar, dia menghardik dalam bahasa Aceh kasar: "Peu nyang neu peubut nyan. Buet bui? Apa yang sedang kalian kerjakan ini. Pekerjaan babi? Mereka yang hadir di kedai kopi itu langsung ambil langkah seribu. Tak ada yang berani...

Galery: Loji-Loji Freemanson di Kuta Radja

Review: Etika Mengumbar Link Kampus di Komentar Blog

Berkutat di dunia daring bersama blog memang ada saja yang ditemui, salah satunya membaca berbagai komentar yang masuk. Aktifitas silaturrahmi yang sering disebut blogwalking  pun sering terjadi, karena saling mengunjungi dan meninggalkan jejak lewat komentar sepertinya sudah jadi bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas ngeblog. Namun, apa rasanya jika disaat satu dan dua komentar yang masuk melulu orang itu saja. Hal ini terungkap dari IP dan ISP --IP: 222.124.194.xxx , 12.subnet222-124-xxx.static.astinet.telkom.net.id-- yang sama ke blog wordpress dengan hanya berganti nama.

Sejarah: Jejak Abu Nawas di Aceh

Oleh Zubir Rasanya kita tidak percaya jika mereka yang maju sebagai calon dalam Pilkada Aceh kali ini adalah mereka yang memang terpanggil hatinya karena melihat, merasa, menimbang akan negeri yang diambang “kepunahan” ini. Ini tidak lain karena pengalaman buruk dan janji-janji palsu yang diperbuat oleh para pemimpin terdahulu. Karena itu pula kemudian, kita sebagai rakyat merasa apatis dan bahkan ada berkata: “Terserahlah siapa pun yang terpilih, saya akan tetap seperti ini juga.” Rasa percaya yang sudah berada pada level 0 ini, tentu sangat “berbahaya” bagi seorang pemimpin. Sebab, tak ada satu keberhasilan tanpa kepercayaan. Trust is the key to success. Masyarakat menilai, sosok pemimpin yang didambakan hampir tidak ada lagi. Bersikap adil, jujur, bijaksana, adalah kriteria yang sepertinya hanya akan didapatkan jika bermimpi di siang hari. Lantas, dimanakah masyarakat Aceh harus mencari pemimpin masa depan yang tentu memiliki kriteria di atas?