Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kehidupan

Video: Inilah Beberapa Iklan Yang Sangat Menyentuh

Beberapa video di bawah ini saya temukan hanya iseng-iseng saja di YouTube, namun setelah saya lihat dengan saksama muatan dari video yang berisi iklan tersebut sungguh menyentuh hati. Semoga video di bawah ini bisa Anda sikapi dan ambil pelajaran penting dalam hidup ini.

Mencintai Kehilangan

Kehilangan adalah sebuah kenikmatan kenikmatan bagi hati yang menikmati dan mengikhlaskan. Kehilangan bukanlah momen mencari kambing hitam atas suatu kesalahan, tapi saat yang sangat berharga untuk memperkuat pikiran baik kepada Allah. Begitulah memang adanya.. kenikmatan hati dan ruh yang terlingkupi dalam energi iman. sama sekali tak ada waktu tersisa untuk sebuah prasangka, selain senyum untuk Allah sang maha kuasa dan yang maha perkasa, bila semua titipan telah kembali diambilnya. Tersebutlah seorang wanita bernama Umu Sulaim. Suatu hari, anaknya sakit panas. Tepat pada saat itu, suaminya Abu Tholhah tengah pergi mencari nafkah. Menjelang malam, anak kesayangannya itupun meninggal.

Laki-laki Yang Sangat Disukai Wanita

1. Laki-laki Beragama dan Taat Beribadah Setiap wanita selalu mendambakan seorang laki-laki yang beragama dan taat berribadah. Karena lelaki yang shalih sangat berpotensi mampu memberi jaminan  rasa aman  kepada masa depan keluarganya dan bertanggung jawab dalam membina rumah tangga serta mendidik anak-anaknya. Bila mencintai akan menjadi mulia siapapun yang dicintainya, dan bila membenci tidak akan mendzaliminya. Laki-laki yang baik agamanya akan memelihara keluarganya agar tidak terjerumus kedalam perbuatan terkutuk dan tindakan tercela yang bisa menghancurkan harga diri keluarga dan memporak-porandakan bangunan rumah tangga. Dengan agama, ketangguhan dan amanah bisa terbentuk. Dan demikian itu menjadi landasan utama dan penentu suksesnya hidup rumah tangga. Cobalah perhatikan puteri Nabi Syu’aib ‘alahissalam ketika mengajukan kepada orang tuanya agar mengangkat Nabi Musa ‘alahissalam sebagai pekerja, yang akhirnya nanti menjadi pasangan hidupnya, sebagaimana firman Allah...

Beberapa Tulisan Yang Bijak

Terlalu banyak kesalahan telah terukir lalu hilang termaafkan...Namun rasa kecewa karena telah bersalah takkan dengan mudahnya terangkat hingga berganti rasa memaklumi,Relakanlah semua yang telah terjadi karena itu hanya masa lalu ingat masih banyak langkah yang belum tertempuh ke arah masa depan yang pastinya akan lebih baik dan Hiduplah untuk menggapainya :: (Romsky) Tak semua pertanyaan memiliki jawaban,dan tak semua jawaban akan sebuah pertanyaan akan mampu memuaskan hasrat kita :: (RomSky) Sahabat Sejati ialah seseorang yang akan selalu memegang tanganmu,menuntun jalanmu,dan selalu menjaga hatimu

Renungan Kehidupan Untuk Kita

Renungkan Wahai Sahabat Ku......  Lucu ya, uang Rp 20.000,-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket Lucu ya, 60 menit terasa terlalu lama untuk berzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk bermain internet Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop

Pesan Moral Dalam Kehidupan Sehari-hari

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik. Ibu menjawab: “Mengapa? Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah. Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur. Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku. Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Curhat: Aku Mulai Lelah Mencintainya

Aku begitu mencintainya. Tak pernah ada orang lain ketika kami berpacaran, juga setelah menikah. Duniaku adalah dirinya saja. Tapi kini, aku merasa telah lelah. Telah 4 tahun aku menikah. Anak satu, 2 tahun. Aku bekerja, suami juga. Kami sama-sama berkantor. Pulangku jam 4 sore, dan dia lebih malam, selepas atau sebelum maghrib. Tapi hal itu tetap membuat kami selalu dapat berkomunikasi, aku tak mengabaikannya, dia tak mengabaikanku. Masalahku cuma satu, kadang aku merasa lelah. Mengapa lelah? Bukankah di rumah telah ada pembantu, yang juga menjaga dan merawat anakku? Ya. Yang kumaksud lelah di sini adalah aku merasa di rumah tangga ini sendirian. Suamiku terlalu mandiri. Dia tak pernah merasakan kesulitan apa pun.