Anak Aceh Gegerkan Dunia


Masyarakat Indonesia, mungkin tidak banyak yang tahu sosok Martunis, 13, siswa kelas 2 SMPN 8 Banda Aceh. Namun di Portugal, nama Martunis menjelma sebagai sosok anak ajaib dan pahlawan kemanusiaan yang banyak dikagumi dan dibanggakan oleh penduduk Eropa. Bintang dunia sekelas Cristiano Ronaldo dan penyanyi top Madona angkat topi untuk Martunis.


Tidak hanya dua nama superstars itu yang dibuat tercengang oleh aksi patriotisme Martunis. Sederetan nama bintang sepakbola dunia seperti Louis Figo, Nuno Gomes, dan Pelatih Luiz Felipe Scolari serta Ketua Federasi Sepak Bola Gilberto Madail, cuma bisa geleng-geleng kepal. Sementara penyanyi sekelas Celion Dion bangga bisa bertemu dengan Martunis.

Siapa sebenarnya Martunis?
Saat Tsunami meluluh-lantakan Aceh pada 26 Desember 2004 silam, Martunis sosok anak tegar dan bertanggung jawab atas keluarganya. Dia berusaha menyelamatkan dirinya dan Ibundanya serta saudaranya dengan menumpang sebuah bak kendaraan bak terbuka jenis pikap. Sayang, saat upaya penyelamatan keluarganya itu, kendaraan yang ditumpanginya dihantam ombak besar dan tenggelam bersama seluruh penumpangnya termasuk Martunis yang pada saat itu mengenakan kaos sepak bola Nasional Portugal.

Keajaiban Tuhan berpihak kepada Martunis. Martunis muncul dipermukaan air dan berusaha menyelamatkan diri dengan meraih sepotong kayu untuk membawanya ke tempat aman. Dari kayu Martunis pindah ke kasur, sayang kasur yang dijadikan pegangan dia tenggelam. Martunispun berusaha mencari dan memanjat sebatang pohon untuk mempertahankan hidupnya. Dia dinyatakan selamat, setelah setelah arus tsunami mulai surut.

Meski begitu, Martunis baru bernafas lega setelah 19 hari perjuangannya ditemukan warga di daerah area pemakaman Tengku Syiah Kuala pada 15 Januari 2005. Warga menyerahkan Martunis kepada salah satu media elektronik Inggris. Dalam waktu beberapa menit saja, wajah dan kisah perjuangan Martunis beredar di statisun televise Eropa.

Berawal dari situ, nama Martunis langsung naik daun di daerah Portugal. Salah satu media harian nasional di Portugal 24 Hours memberi lima halaman khusus bagi pahlawan cilik Nanggroe Aceh Darussalam itu khusus mengupas kepahlawannya, dengan mengusung judul “A Nova Vida de Martunis” atau “kehidupan baru martinis”.

Beberapa kali Martunis diundang sebagai tamu kehormatan. Selain jiwa kepahlawannya, simpati masyarakat Eropa khusunya Portugal, karena saat dalam perjuangan hidup-matinya itu, Martunis mengenakan seragam timnas sepakbola Portugal. Martunis dipertemukan dengan pesepakbola dunia seperti Louis Figo, Nuno Gomes, dan idolanya, Cristiano Ronaldo.

Tidak hanya para bintang lapangan hijau, sejumlah bintang panggung dunia seperti Madona dan Celion Dion memberi simpati luar biasa kepada Martunis. Bahkan diva dunia Celion Dion memasuakan nama Martunis dalam buku 12 Heroes Among Us. Dalam buku itu Martunis ditahbiskan sebagai salah satu dari pahlawan yang “manusiawi”. “Pahlawan yang tidak perlu kekuatan super untuk menjadi pahlawan. Mereka hanya memerlukan bersemangat dan tidak menyerah”.

Betul kata Dion, untuk menjadi seorang pahlawan, tidak harus angkat senjata yang menguras uang Negara. Menjadi Pahlawan tidak harus berangkatemedanperang. Karena sejatinya, pahlawan itu mengabdikan dan mengorbankan dirinya untuk memperjuangkan dan membela sesuatu yang diyakini sebuah kebenaran.

Martunis hanya seorang bocah Banda Aceh berusia belasan tahun. Namun aksi yang sudah dia lakukan patut menjadi inspirasi bagi orang dewasa. Dan karenanya, saya menjadi malu, karena udah gede segini, belum memberi sesuatu yang terbaik untuk apapun dan bagi siapapun. [bakudara.com]
Poskan Komentar