Langsung ke konten utama

Tikus Bisa Lacak Bom dan Narkoba


Tikus kini dilatih untuk mendeteksi calon pembom dan kurir narkoba di bandara. Ilmuwan Israel telah menciptakan sebuah detektor yang kelihatannya mirip seperti sebuah scanner seluruh tubuh tetapi dengan tiga rongga tersembunyi yang masing-masing berisi delapan tikus yang dilatih khusus.
Menurut New Scientist, sebagai dikutip Telegraphpekan lalu, tikus-tikus itu bekerja shift selama empat jam dan lebih akurat ketimbang menggunakan anjing pelacak dan mesin x-ray, setidaknya begitu menurut klain para peneliti tersebut.
Udara dipompa ke dalam rongga itu setiap empat jam sehingga tikus-tikus itu bisa bernapas. Ketika tikus-tikus itu melacak adanya narkoba, binatang lari ke sisi ruangan yang dapat memicu alarm, lapor majalah itu.
Eran Lumbroso, dan penemu yang perusahaannya BioExplorers berharap ada perusahaan yang lebih besar yang akan membantu tahap akhir pengembangan teknik itu, mengatakan, “Dengan cara itu seolah-olah tikus-tikus tersebut mencium bau kucing dan melarikan diri. Kami mendeteksi pelarian itu.”


Perangkat itu telah diuji tahun lalu pada 1.000 pembeli di sebuah mal di Tel Aviv dan tikus-tikus tersebut berhasil mengetahui 22 orang yang membawa bahan peledak palsu. Ide itu mungkin menarik bagi pihak berwenang bandara yang merasa bahwa scanner tubuh melanggar privasi para calon penumpnag.
Enhanced by Zemanta

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".