Langsung ke konten utama

Google Luncurkan Program Aplikasi Sederhana

Google awal pekan ini meluncurkan suatu program yang memungkinkan orang untuk membuat aplikasi sederhana di smartphones dengan sistem operasi Android.

"App Inventor for Android" memudahkan semua orang -programer maupun non programer, profesional maupun pelajar- untuk menciptakan aplikasi handphone berbasis OS Android. Google menyatakan dalam blog post-nya,"Untuk menggunakan App Inventor, Anda tidak harus menjadi seorang developer, alat ini tidak membutuhkan pengetahuan programming."

"Anda dapat membuat segala macam aplikasi yang bisa anda bayangkan melalui App Inventor," jelas Google dalam sebuah post di blog-nya. App Inventor menyediakan akses ke sebuah sensor lokasi - GPS, sehingga kita dapat membuat aplikasi yang menunjukkan lokasi seseorang. "Anda dapat membuat aplikasi untuk mengetahui di mana Anda memarkir mobil Anda, aplikasi yang menunjukkan lokasi teman atau kolega Anda ketika sedang menonton konser maupun saat menghadiri konferensi," tambah Google.

Android, sebuah platform open source telah digunakan oleh sejumlah produsen handset terkemuka untuk mendukung perangkatnya. Google, raksasa internet ini mengatakan lebih dari 160.000 ponsel yang didukung OS Android terjual setiap harinya.

sumber : http://tekno.liputan6.com/berita/201007/286141/Google.Luncurkan.Program.Aplikasi.Sederhana

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...