Langsung ke konten utama

Indeks International Fungsi Ereksi (IIEF)

Disfungsi ereksi (ED) adalah ketidak mampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual, terdapat pada jutaan laki-laki dengan berbagai derajat. Sebagian besar kasus penyebabnya bersifat organik, berupa penyakit pembuluh darah yang akan menurunkan aliran darah ke dalam penis.

Terlepas dari penyebab utamanya, disfungsi ereksi memiliki dampak negatif terhadap harga diri, kualitas hidup dan hubungan interpersonal. Langkah awal dalam evaluasi adalah dengan mencari riwayat medis dan sosial secara rinci, termasuk penggunaan obat-obatan.



Untuk menilai derajat/indeks ED secara sederhana dapat dilakukan dengan mempergunakan kuisioner seperti dibawah ini:

Instruksi: Pertanyaan dibawah ini akan menggali efek gangguan ereksi dalam 4 minggu terakhir. Silakan jawab pertanyaan berikut sejujur dan sejelas mungkin. Ikuti definisi dibawah ini:
Aktifitas seksual termasuk: intercourse, foreplay dan masturbasi
Intercourse didefinisikan sebagai penetrasi vagina.
Stimulasi Seksual termasuk didalamnya situasi seperti foreplay , melihat gambar atau film erotik dll.
Ejakulasi artinya keluarnya semen dari penis (atau rasa seperti ejakulasi tanpa semen)
Pilih satu jawaban dari pertanyaan2 dibawah ini

1. Dalam 4 minggu ini, seberapa seringkah anda mampu ereksi saat melakukan aktifitas seksual ?
0 Tidak ada aktifitas seksual
0 Hampir selalu atau selalu
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

2. Selama 4 minggu ini, kapan anda mengalami ereksi terhadap stimulasi seksual, seberapa sering ereksi yang cukup keras untuk penetrasi?

0 Tidak ada stimulasi seksual
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

Pertanyaan no 3, 4 dan 5 akan menanyakan ereksi yang mungkin dialami saat melakukan sexual intercourse.

3. Selama 4 minggu terakhir, saat akan melakukan sexual intercourse, seberapa seringkah anda mampu melakukan penetrasi ?

0 Tidak pernah/tidak ada
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

4. Selama 4 minggu terakhir, saat melakukan sexual intercourse, seberapa seringkah anda mampu mepertahankan ereksi setelah melakukan penetrasi ke pasangan anda ?

0 Tidak ada penetrasi
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

5. Dalam 4 terakhir, saat sexual intercourse, seberapa sulitkah untuk mempertahankan ereksi anda sampai selesai intercourse?

0 Tidak ada usaha untuk intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

6. Dalam 4 minggu teakhir, seberapa seringkah anda berusaha untuk melakukansexual intercourse?

0 Tidak ada usaha
0 1 - 2 kali
0 3-4 kali
0 5-6 kali
0 7-10 kali
0 Lebih dari 11 kali

7. Dalam 4 minggu terakhir, saat melakukan sexual intercourse seberapa seringkah andamerasa puas?

0 Tidak berusaha melakukan intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

8. Dalam 4 minggu terakhir, seberapa enjoy-kah anda ?

0 Tidak ada intercourse
0 Sangat-sangat menikamti
0 Sangat menikmati
0 Cukup menikamti
0 Tidak begitu menikmati
0 Tidak menikmati

9. Dalam 4 minggu ini, saat melakukan stimulasi seksual atau intercourse seberapa seringkah anda mengalami ejakulasi?

0 Tidak ada intercourse atau stimulasi.
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

10. Dalam 4 minggu ini, ketika melakukan stimulasi seksual atau intercourse seberapa seringkah ada merasakan orgasmus atau klimaks (dengan atau tapa ejakulasi)?

0 Tdak ada stimulasi atau intercourse
0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

Pertanyaan 11 dan 12 menanyakan tentang sexual desire. Sexual desire didefinisikan sebagai rasa ingin melakukan/mengalami pengalaman seksual (misalnya, masturbatsi atau intercourse) atau perasaan frustasi karena tidak melakukan hubungan seks.

11. Dalam 4 minggu ini, seberapa seringkah anda merasakan sexual desire?

0 Hampir sering atau sering
0 Lebih dari separuh aktifitas (lebih dari separuh total aktifitas)
0 Kadang2 (cuma setengah dari total aktifitas)
0 Beberapa kali (kurang dari separuhnya)
0 Hampir tidak pernah atau tidak pernah

12. Dalam 4 minggu ini, bagaimana kadar/level sexual desire anda?

0 Sangat tinggi
0 Tinggi
0 Sedang
0 Rendah
0 Sangat rendah bahkan tidak ada sama sekali

13. Over the past 4 weeks, how satisfied have you been with you overall sex life?

0 Very satisfied
0 Moderately satisfied
0 About equally satisfied and dissatisfied
0 Moderately dissatisfied
0 Very dissatisfied

14. Dalam 4 minggu ini, seberapa puaskah hubungan seksual anda dngan pasangan anda ?

0 Sangat puas
0 Sedang2 saja puasnya
0 Seimbang antara puas dan tidak
0 Tidak puas
0 Sangat tidak puas

15. Selama 4 minggu ini, bagaimana penilaian anda terhadap keyakinan anda bahwa anda bisa eresi dan mampu mepertahankannya ?

0 Sangat tingi
0 Tinggi
0 Sedang
0 Rendah
0 Sangat rendah

Sistem skornya sebagai berikut
Seluruh pertanyaan di atas dikelompokkan ke dalam 5 domain sbb (skor jawaban berurutan mulai nilai 0 - 5):
Domain
Pertanyaan No
Range Skor
Skor Maksimum
Fungsi Ereksi 1, 2, 3, 4, 5, 15 0-5 30
Fungsi Orgasme 9, 10 0-5 10
Sexual Desire 11, 12 0-5 10
Kepuasan Intercourse 6, 7, 8 0-5 15
Kepuasan secara Umum 13, 14 0-5 10
Interpretasi Klinis
I. Fungsi Ereksi dapat dinilai dari total skor sbb:
Skor Interpretasi
0-6 Disfungsi berat
7-12 Disfungsi sedang
13-18 Disfunsi ringan-sedang
19-24 Disfungsi ringan
25-30 Normal


II. Fungsi Orgase dinilai dari total skor sbb:
Skor Interpretasi
0-2 Disfungsi berat
3-4 Disfungsi sedang
5-6 Disfungsi ringan -sedang
7-8 Disfungsi ringan
9-10 Normal


III. Sexual desire dinilai dari total skor dinilai sbb:
Skor Interpretasi
0-2 Disfungsi berat
3-4 Disfungsi Sedang
5-6 Disfungsi ringan-sedang
7-8 Disfungsi ringan
9-10 Normal


IV.Kepuasan intercourse dinilai dari total sbb:
Skor Interpretasi
0-3 Disfungsi berat
4-6 Disfungsi Sedang
7-9 Disfungsi ringan-sedang
10-12 Disfungsi ringan
13-15 Normal


V. Kepuasan Secara Umum dinilai dari total skor:
Skor Interpretasi
0-2 Disfungsi berat
3-4 Disfungsi Sedang
5-6 Disfngsi ringan-sedang
7-8 Disfungsi ringan
9-10 Normal
sumber : http://www.drdidispog.com/2010/04/indeks-international-fungsi-ereksi-iief.html

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...