Langsung ke konten utama

Google CEO Says Newspapers Can Make Money Online

Google Inc. Chief Executive Eric Schmidt told a group of editors Sunday that he is confident that newspapers will find new ways to make money online by harnessing the vast reach of the Internet.

Media executives have accused Google of draining readers and advertising from newspapers' Web sites. But in a speech to open the annual conference of the American Society of News Editors, Schmidt said Google recognizes that newspapers are vital to democracy and provide a critical source of online content.

"We understand how fundamental your mission is," he said.

Schmidt predicted that the news business will find a new model, based on a combination of advertising and subscription revenue. He said Google hopes to facilitate that, but he offered no specifics.


"We have a business model problem. We don't have a news problem," Schmidt said. He added: "We're all in this together."

Schmidt encouraged his audience to experiment with everything from social media to personalized content to engage readers.

"Technology allows you to talk directly to your users," he said.

He also said the news business needs to reach out to readers using mobile technology, delivering content through wireless devices such as Amazon.com Inc.'s Kindle, Apple Inc.'s iPad and Google's own Android smart phones.

Reaction to Schmidt's speech was mixed.

Anders Gyllenhaal, executive editor of The Miami Herald, said that even though Google drives a lot of traffic to his newspaper's site, he remains unconvinced that Google sees newspapers as true partners. "We really are going in different directions," he said.

Still, Jonathan Wolman, editor and publisher of The Detroit News, said he was "heartened to hear the Internet geniuses talk about newspaper content as an essential ingredient."

source : http://blog.taragana.com/index.php/archive/google-chief-executive-tells-media-group-that-newspapers-will-find-new-business-models-online/

POPULAR

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...