Langsung ke konten utama

WikiLeaks Booted From Amazon Servers

Logo used by WikileaksImage via Wikipedia
Can WikiLeaks be gagged? A massive DDoS attack crashed the controversial site and its "cablegate" archive, forcing WikiLeaks founder Julian Assange to find new hosting. He did, thanks to Amazon. Now, after an intervention from an unlikely source--Joe Lieberman--Amazon has turned Assange away again.

For a brief period, WikiLeaks was back up and running on through the Seattle-based company's servers. Amazon's A3 service offers self-serve cloud hosting, an ideal though temporary solution for the site's trove of confidential diplomatic documents. But Assange and Co. were kicked off Amazon's servers Wednesday, and again forced to find different hosting.

Senator Joe Lieberman told AP that Amazon took down the site after inquiries from congressional staffers Tuesday. The company has stopped responding to requests for WikiLeaks, which reportedly has returned to a Swedish provider.

According to reps for Sen. Lieberman, the issue is being handled by the Homeland Security and Governmental Affairs Committee, which Lieberman chairs. According to a statement released Wednesday by the committee, staffers contacted Amazon after reading press reports that Amazon was hosting the WikiLeaks website.

"This morning Amazon informed my staff that it has ceased to host the WikiLeaks website," Lieberman said in the statement. "I wish that Amazon had taken this action earlier based on WikiLeaks' previous publication of classified material. The company’s decision to cut off WikiLeaks now is the right decision and should set the standard for other companies WikiLeaks is using to distribute its illegally seized material.


"I call on any other company or organization that is hosting WikiLeaks to immediately terminate its relationship with them. WikiLeaks’ illegal, outrageous, and reckless acts have compromised our national security and put lives at risk around the world. No responsible company--whether American or foreign--should assist WikiLeaks in its efforts to disseminate these stolen materials. I will be asking Amazon about the extent of its relationship with WikiLeaks and what it and other web service providers will do in the future to ensure that their services are not used to distribute stolen, classified information."

source:http://www.fastcompany.com/1706774/wikileaks-booted-from-amazoncom-servers
Enhanced by Zemanta

POPULAR

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Museum Tsunami Aceh Hadirkan Koleksi UNHCR sebagai Media Pembelajaran Kebencanaan

UPTD Museum Tsunami Aceh akan segera memperkaya koleksinya dengan penambahan barang-barang bersejarah berupa bantuan kemanusiaan yang digunakan pada masa tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca tsunami 2004. Koleksi ini akan disumbangkan oleh UNHCR Indonesia sebagai wujud dukungan terhadap upaya pelestarian memori kolektif bencana dan pendidikan kebencanaan. Barang-barang yang akan diserahkan antara lain selimut, ember, perlengkapan dapur, dan tikar yang membawa logo UNHCR. Kepala Perwakilan UNHCR untuk Indonesia, Francis Teoh, menegaskan bahwa benda-benda tersebut bukan sekadar artefak, melainkan simbol nyata dari solidaritas global. “Barang-barang ini merupakan saksi bisu dari upaya kemanusiaan dunia yang menyatu dengan gelombang solidaritas untuk Aceh,” ujar Teoh, Sabtu, 27 September 2025. Teoh yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di UNHCR dan terlibat langsung dalam tanggap darurat tsunami Aceh, menambahkan bahwa Museum Tsunami Aceh adalah ruang pembelaj...