Langsung ke konten utama

UK Politicians 'Social Media Reputation' Assessed Through Facebook, Twitter

A rating for British party leaders' online popularity has been made available with the use of social networking websites such as Twitter and Facebook.

MPs and candidates were said to be turning to the popular social forums as part of their campaign to test the political waters.

And one company, Yomego, has assessed their "social media reputation scores" (SMRs), based on the "noise" and "sentiment" surrounding the politicians, The BBC reported.

British Prime Minister Gordon Brown was said to have a popularity score of 68.20, out of 100, while that of Lead of the Opposition David Cameron's was 58.98, compared to leader of the Liberal Democrats Nick Clegg's 68.49, which was the highest.


Steve Richards, managing director of Yomego, said: "The trend has been that Nick Clegg has been steadily rising, without doing anything particularly spectacular.

"David Cameron's personal score has gone down recently. He took a big knock around the whole airbrushed poster campaign. There were a lot of spoofs, particularly from influential bloggers, and that really seemed to hurt him.

"Finally, Gordon Brown's score has risen recently, but largely due to noise, not because of any growth in positive sentiment."

Richards went on to explain the influence of social media outlets citing the example of US President Barack Obama's presidential campaign.

Richards said: "A huge part of his campaign was directed towards social media and influencing younger voters who might well take a steer from their peers rather than traditional media outlets.

"And it's very immediate. Just last week Labour took a hit over the lobbying stuff and David Cameron saw his sentiment ratings improve because of his wife's pregnancy."

source : http://blog.taragana.com/index.php/archive/uk-politicians-social-media-reputation-assessed-through-facebook-twitter/

POPULAR

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Jakarta, Kota Kelima Terburuk Bagi Pekerja IT

Jakarta di malam hari Pekerja profesional di bidang teknologi Informasi membutuhkan sebuah lingkungan kerja yang nyaman untuk mendukung pekerjaannya. Banyak para profesional di bidang teknologi Informasi yang hijrah ke luar negara asalnya untuk menerapkan semua kemampuannya. Tapi ada beberapa kota di dunia yang dinilai sebaiknya harus dihindari bagi Pekerja IT, dan salah satunya adalah Jakarta. Dalam daftar 10 kota yang harus dihindari oleh pekerja IT dunia yang dikeluarkan majalah CIO, Jakarta disebut sebagai kota terburuk dan tak mampu menyediakan lingkungan kerja yang ideal bagi seorang pekerja IT.