Langsung ke konten utama

Niat Baik Google Berujung Masalah Privasi

WEST HOLLYWOOD, CA - FEBRUARY 23:  Co-Founder/...Image by Getty Images via @daylife
Google Inc mengira melakukan hal baik bulan lalu dengan membuka sebuah kontes. Kontes seni tahunan itu padahal untuk menjembatani seluruh anak di Amerika Serikat (AS).

Tindakan Google ini berubah menjadi kesempatan lain bagi kritikus Google mempertanyakan apakah pemimpin pencarian internet itu melangkahi batas privasi dengan mencari terlalu banyak informasi dari para penggunanya.

Dalam hal ini, awalnya Google meminta orang tua memberi empat digit terakhir nomor Keamanan Sosial (identifikasi pribadi) anak berserta tanggal dan kota kelahiran guna memastikan tak adanya duplikasi entri atau pendaftaran.
Setelah administrator sekolah, orang tua dan kelompok anak-anak menolak keras hal itu, Google akhirnya menghapus permintaan nomor Keamanan Sosial itu. Perubahan itu dilakukan pada 18 Februari, sekitar pertengahan jangka entri pendaftaran acara tahunan keempat ‘Doodle 4 Google’.

Namun tindakan Google tak memuaskan direktur film dokumenter Bob Bowdon yang membuat dokumenter mengenai masalah sistem pendidikan publik.

Dalam komentar yang diterbitkan pekan ini di Huffington Post, Bowdon menegaskan Google dapat mengetahui kesembilan digit nomor Keamanan Sosial anak dan menciptakan database yang bisa berubah menjadi tambang emas informasi pribadi.

sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/1269272/niat-baik-google-berujung-masalah-privasi
Enhanced by Zemanta

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...