Langsung ke konten utama

New cell phone app identifies predatory adults posing as kids

Mobile phone subscribers per 100 inhabitants 1...Image via Wikipedia
Worried that your child may be being secretly groomed on the Internet by a predatory paedophile? Well, you can take a breather as scientists have developed a new mobile phone application that helps identify adults posing as children.

The software, Child Defence, enables children to scan web chat on their mobile phones to check the age of people they are messaging, reports the Daily Mail.

The software has been written by researchers at Isis Forensics, a spin out company based in Lancaster University.

The software uses the latest advances in language analysis technology to identify language quirks peculiar to different age groups.


By analysing the language of users in detail, the application enables children to build up profiles-including the potential age-of individuals who they are chatting to online.

It can also link in with websites such as Facebook and Twitter, allowing children to scan chat text from their site.

However, the child protection charity NSPCC said the application does not offer total protection from online paedophiles and warned parents not to be complacent.

Chris Cloke, head of child protection said, “It can lull us into thinking that the child is safe and therefore we can move onto something else.”

“I would certainly say that measures of this sort can be helpful but they need to be seen as one of the wider armoury we have for tackling child sexual abuse,” she said.

The software is currently undergoing final testing before being made freely available as iPhone, Google and Nokia phone apps.

James Walkerdine, project leader at Child Defence, said research shows that children find it very difficult to spot adults posing as children on social networks.

“Nothing can take the place of education and parental supervision when it comes to keeping children safe online.

“But with more and more young people accessing the web on mobile devices away from home or in the privacy of their rooms we think it is important to give children as many tools as possible to protect them from harm,” he said.

source: http://science.gaeatimes.com/2011/01/25/new-cell-phone-app-identifies-predatory-adults-posing-as-kids-30630/
Enhanced by Zemanta

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...