Langsung ke konten utama

Duta Besar Palestina Zuhair SM Al Shun Kunjungi Museum Tsunami Aceh


Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair SM Al Shun menyambangi Museum Tsunami Aceh sebelum menghadiri agenda di Universitas Syiah Kuala (USK).

Zuhair disambut langsung oleh Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M Syahputra AZ didampingi oleh edukator museum, Nurul Latifa yang menjelaskan detail museum, Kamis, 16 November 2023. 

Syahputra menerangkan, Dubes Palestina hadir untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Palestina dan USK. Selain itu, beliau akan turut serta dalam kegiatan penggalangan dana untuk Palestina di Gedung AAC Dayan Dawood.

"Kehadiran beliau ditengah prahara yang menimpa negerinya adalah sesuatu yang sulit untuk dilukiskan. Beliau adalah seorang pribadi yang tawadhu, rendah hati dan ramah", ujarnya.

Syahputra melanjutkan, perasaan kehilangan akibat bencana tsunami dan bencana perang di Palestina adalah sama, walaupun berbeda penyebabnya.

"Doa dan hati kami akan selalu bersama para penduduk Palestina", pungkasnya.

Edukator museum, Nurul Latifa, menambahkan selama berkeliling di museum, Zuhair terlihat tidak hentinya mengucapkan asma Allah.

"Bibir beliau selalu berucap ketika mendengar dan menyaksikan foto kehancuran Aceh setelah Tsunami," kata Latifa.

Bahkan Dubes Palestina, lanjutnya, terlihat beberapa kali terharu dan mengusap air mata.

"Walaupun negerinya sedang hancur lebur, anak-anak negerinya terbunuh oleh serangan bom, tapi simpati beliau tidaklah kurang atas bencana tsunami Aceh," tutup Latifa.

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...