Langsung ke konten utama

Hadang Geliat Google TV, Apple Siapkan Kejutan Baru

Pertarungan antara Google melawan Apple nampaknya mulai berpindah, dari ponsel pintar ke TV. Was-was terhadap kedatangan Google TV, Apple pun siapkan kejutan baru.

Beredar rumor, Apple bakal membenamkan iPhone OS ke dalam Apple TV. Tentunya hal ini dilakukan Apple untuk membendung langkah Google yang juga menghadirkan Android ke dalam Google TV.

Jika rumor tersebut benar, diperkirakan akan terjadi pertempuran seru antar OS yakni iPhone OS melawan Android.

Seperti diberitakan Mashable, Senin (31/5/2010), OS yang bakal hadir pada Apple TV tersebut memang belum pernah dikenalkan sebelumnya, dan baru akan dikenalkan dalam ajang WWDC (Worldwide Development Conference) mendatang.

Kabarnya OS ini juga bakal memanfaatkan layanan cloud computing daripada sever lokal milik Apple.

Bahkan, berdasarkan informasi yang telah didapatkan dari orang dekat Apple bahwa versi lanjutan dari Apple TV dikatakan akan sangat menjanjikan.

Arsitektur baru dari perangkat ini akan berdasarkan iPhone 4 dengan jeroan yang sama seperti CPU A4, memori 16GB, namun ditambah kemampun memutar video HD 1080p.

Ukurannya juga cukup kecil dengan hanya port daya dan keluaran video. Bisa dibilang bahwa perangkat ini adalah iPhone tanpa sebuah layar.

Apple TV dikembangkan untuk keperluan mobile dan dilakukan jauh sebelum aGoogle mengumumkan Smart TV beberapa waktu lalu.

Diperkenalkan lebih dahulu dari Google TV di tahun 2007, Apple TV mendapat respons bagus dari konsumen, karena mereka bisa menikmati iTunes melalui TV di ruang keluarga saat itu.



Sayang, di tahun-tahun berikutnya celah bisnis Apple ini tak terlalu 'menggigit'. Dalam kurun tiga tahun Apple TV pun dianggap kurang sukses.

Kini Apple tengah memperbaiki kualitas layanan TVnya tersebut. Apple hadir dengan TVnya lebih dulu daripada Google.

Kabarnya, Produk ini juga akan dijual murah, hanya sekitar 99 dolar, dan memakai penyimpan berbasis awan internet seperti Amazon untuk streaming.

Tentu Steve Jobs pun tak mau pangsa pasarnya direbut begitu saja oleh perusahaan situs pencari tersebut. Tunggu saja kebenaran rumor ini setelah event WWDC Apple mendatang.

sumber : http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/gadget/22891-hadang-geliat-google-tv-apple-siapkan-kejutan-baru.html

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

MyWare: Personalized Service or Invasion of Privacy?

There's a fine line between what is considered a knowledge database and an invasion of privacy, and that line is likely to be determined by marketing. This week we wrote an article about Please Rob Me - a service that identifies Foursquare and Gowalla check-ins on Twitter and lets others know that a person is not home. While location-based services are often touted for their social and recommendation-based benefits, the realization that they can be used negatively have many questioning the responsibility of those groups that collect the data. In mid January Facebook founder Mark Zuckerberg stated that the age of privacy had come to an end and we responded that evolving preferences were not a valid justification of the elimination of privacy preferences . Nevertheless, between cookie tracking and browser identifiers like those shown in the EFF's Panopticlick and the fact that it only takes your zip code, gender and birthdate to identify you, it's hard to ensure to...

Johnny Depp Meninggal Hanya Hoax

Aktor Johnny Depp jadi trending topic di situs jejaring sosial, Twitter. Penyebabnya karena Depp disebut-sebut telah meninggal dunia. Benarkah? Ternyata tidak. Bahan perbincangan para pengguna Twitter didasarkan dari screenshot situs berita CNN yang disebutkan dimuat tahun 2004 silam. Screenshot berita itu pun sebenarnya telah dinyatakan sebagai kesalahan teknis oleh CNN. CNN ketika itu mengaku telah lalai dalam memuat nama korban kecelakaan lalu lintas menjadi Johnny Depp. Padahal yang menjadi korban saat itu bukan aktor top Johnny Depp. Sejumlah situs berita asing yang selama ini dikenal memiliki keakuratan dan kecepatan berita pun tidak memuat mengenai meninggalnya Depp. Situs BBC, Reuters, Contact Music, Female First, Daily Mail, The Sun hingga CNN tidak melansir berita meninggalnya pemain film 'Donnie Brasco' tersebut pada Minggu (24/1/2010).