Langsung ke konten utama

Riset AVG: 40 Persen Situs Jahat Dunia dari AS

AVG Technologies mengumumkan hasil penelitian yang menemukan bahwa sebagian besar situs web dengan muatan kejahatan di-host atau dipusatkan di server-server Amerika Serikat, bukan negara-negara lain seperti China. Temuan ini jauh dari perkiraan selama ini.

Penelitian AVG ini berdasarkan analisis dari ancaman yang dilaporkan dalam periode enam bulan terakhir dari 110 juta pemakai produk keamanan web LinkScanner AVG di seluruh dunia. Penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan jumlah situs web kejahatan yang menjadikan para pengguna sebagai sasarannya, yang biasanya berfokus pada pencurian data perbankan online, informasi kartu kredit, identitas pribadi, dan kata sandi situs sosial.

Deteksi dan analisis dari ancaman itu berbasis pada metode crowd-source unik AVG untuk menganalisis konten web untuk mencari niat jahat atau berbahaya yang telah dilaporkan dari jaringan luas instalasi LinkScanner AVG di seluruh dunia. Penelitian AVG menemukan bahwa kode jahat bukan hanya permasalahan dari server-server jahat yang berlokasi di negara-negara dengan penegakan hukum lemah. Pengawasan terhadap server web aktif yang memuat ancaman dari seluruh dunia menemukan bahwa 44 persen server yang telah terkorupsi berada di Amerika Serikat, diikuti oleh Jerman dan China dengan selisih lima persen pada tiap-tiap negara.


Banyak dari situs-situs ini yang sebenarnya adalah situs-situs usaha yang telah disusupi para peretas untuk memuat konten-konten jahat. Server seperti ini ditemukan di hampir 4.600 lokasi di Amerika Serikat. Harap diingat bahwa riset ini tidak menyebutkan pemilik atau pengendali kejahatan server-server ini. Orang-orang atau jaringan tersebut bisa berada di mana saja di seluruh dunia.

"Hal ini sebenarnya masuk akal karena Amerika Serikat adalah sasaran utama para penjahat ini dan telah memiliki infrastruktur internet yang kaya dan berkembang. Hal ini berarti bahwa ancaman-ancaman itu benar-benar mudah dicapai dan murah untuk di-host," kata Karel Obluk, Chief Technology Officer, AVG Technologies dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (11/3/2010).

Obluk meneruskan, "Yang lebih penting untuk diingat adalah, dalam periode enam bulan terakhir, sekitar 50 persen dari ranah-ranah yang di-host di server-server tersebut hanya memuat konten yang dapat mengancam selama sekitar satu hari atau bahkan kurang dari itu. Sifat ancaman yang selalu berpindah-pindah ini membuat mereka sulit ditemukan dan ditambahkan pada sistem perlindungan berbasis reputasi tradisional pada saat yang tepat."

sumber : http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/03/11/16044568/riset.avg.40.persen.situs.jahat.dunia.dari.as

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Zakiah Nurmala and Biography

Hacking with Google, Is it Possible

Every hacker needs to develop his abilities if he wants to maintain up to date. That's why he will use every tool he can find. From all of these possible options, Google hacks have become a new instrument for hackers. Although Google hacking isn't widespread knowledge, it should be understood by any hacker and even for the everyday computer user. But, if you want to become a hacker, Google is the way to go. Learn how to hack Google and you will acquire a powerful tool for your everyday work. What Is Google Hacking? Basically, it's the ability to use Google for finding hidden bits of data or information that the hacker can use for his advantage. Or in other words, hacking Google search appliance. How so? Let's say that you are a black hacker (someone who uses his hacking abilities for selfish purposes) and want to access the email account of a chosen victim. The first thing that hacker's do is to find out what is the secret question in the email account of their...