Langsung ke konten utama

Waspada Serangan Tak Terduga di #SocMed

Ada-ada saja celah untuk menyusupi ke media sosial (social media), hal ini pula yang saya rasakan dua hari belakangan ini. Pertama imbah ke kicauan Twitter dan kedua ke akun penyedia email dari Google, yakni GMail.

29 November, linimassa Twitter saya pun tidak karuan muncul tweet yang keluar dengan sendirinya (tanpa saya operasikan) baik lewat perangkat mobile atau pun PC. Padahal secara waktu itu, 28 November saya tidak online di Twitter, hanya berselang sehari di tanggal 27 November berkicau dengan status terakhir seputar Auto RT yang saat ini kerap terjadi.
Saya menyebutkan aksi 29 November yang terjadi tersebut dengan tweet susupan alias disusupi oleh pihak ketiga (linknya selalu sama di update), sebagai barang bukti pun saya menyimpan (menyisakan) satu tweet tersebut berhubung yang terupdate secara otomatis di linimassa sekitar 10-15 tweet yang harus saya hapus manual. Berikut tulisan tweet tersebut:
Pernah Anda mengalami hal seperti di atas atau pun tersusupi dengan tweet yang secara sadar Anda tidak melakukannya?

Penelusuran pun saya lakukan, karena bahasa dari tweet tersebut juga susah dideteksi, akhirnya memilih informasi yang mungkin bisa di dapat.

DNS Info philafirst-sodop.com
mname: domenator.mars.orderbox-dns.com rname: zhabka21.gmail.com
A Records : 46.165.250.219
IP Info: 46.165.250.219 > 46.165.192.0/18 > AS16265 > LeaseWeb B.V.
Registrant Contact Details: private
Nobby Beach, Queensland,QLD 4218, AU, Tel. +45.36946676
Nameservers:
domenator.earth.orderbox-dns.com
domenator.mars.orderbox-dns.com
domenator.mercury.orderbox-dns.com
domenator.venus.orderbox-dns.com
We include detailed information like the server IP Address which is 46.165.250.219. Philafirst-Sodop.com resides at Leaseweb Germany GmbH (previously netdirekt e. K.) in Germany.


Menurut temuan dari websitevalue.us, situs philafirst-sodop.com (62.23.182.100) terindentifikasi dalam Spy Tools dengan puluhan situs lainnya yang sejenis. Namun, akun Twitter saya terbilang aman karena tidak terjadi pergantian sandi atau pun e-mail.

Saya akui kejadian ini memang beda dengan Auto RT yang sering mengalami pengguna Twitter pada umumnya, Auto RT yang kerap terjadi menyangkut dengan aplikasi pihak ketiga yang biasanya dimanfaatkan oleh orang (situs) ketika kita hendak bergabung atau login ke situs tersebut. Hal ini bisa dihindari lewat Revoke Application yang disediakan oleh Twitter.com.

Lalu hal yang kedua adalah GMail, dimana Google dengan sistem keamanan berhasil memberitahukan penggunanya untuk memastikan modus pergantian sandi yang diragukan. "We've noticed unusual activity in your account," sebut Google.

Walaupun kedetek IP dari kota Redmond, Washington - USA (207.46.202.13), besar kemungkinan pelaku adalah orang lokal.
Saya pun curiga demikian seperti kata Ari, perangkat yang digunakan pun terdeteksi dari mobile. Mungkin saja IP tembak luar itu untuk mengecoh.

Apakah sadap menyadap juga jadi begitu eksis di tingkat lokal? Semoga saja ini bukan perang 'red october' yang beberapa waktu lalu saya tuliskan di blog ini.

Jika Anda punya hal yang sama, mari kita berbagi teknis dan tips dalam menghindari hal-hal yang tidak diinginkan oleh seluruh netizen atau pun pengguna #socmed di jagad maya ini.[]

Komentar

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...

Say Cheese: 12 Photos That Should Never Have Been Posted Online

You know the old cliche, a picture is worth a thousand words? Turns out that pictures have been deeply undervalued: A single photo can cost you your reputation, your job, even your freedom--if you post it online. Teachers, principals, firefighters, mayors, university presidents, and everyday people have all discovered the dark side of putting the wrong photos and videos on social networking sites. Sometimes they paid the price in embarrassment. An unlucky handful lost their jobs or landed in jail. The results aren't pretty, but they are sometimes hilarious. Here's our dirty dozen--12 pictures their owners probably wish they could take back. 1. Hey Kevin, Tinker Bell Wants Her Outfit Back It's bad enough to dress up like you're about to slip a dollar under some toothless child's pillow. But former intern Kevin Colvin made it much worse by asking his boss at Anglo Irish Bank if he could take time off for a "family emergency in New York," then flitting o...