Langsung ke konten utama

Selamat Hari Blogger (di) Aceh

Sudah gede ya sekarang, sudah bisa baca dan nulis. Apalagi sudah tahu minum kopi buat kopdar. 

Eh tulisan di atas itu apa ya? siapa yang udah gede, terus siapa yang udah bisa baca dan nulis. Ini judul sama isi kok beda ya.

Benar kalimat pembuka memang ngasal, karena apa? ya karena menulis itu memang sering ngasal. Ngasal yang artinya bisa dipahami orang. Hari ini, 1 November bagi saya (kami di Aceh Blogger) mungkin sudah saatnya merefleksi diri untuk mengenang Hari Blogger (di) Aceh.

Kalau kemarin itu ada Hari Blogger Nasional, 27 Oktober yang tercatat di Wikipedia.org, nah kalau Hari Blogger Aceh itu cuma tercatat di Acehpedia.org. Intinya dua-dua tercatat, penting mencatat ini karena setelah saya dan generasi ini bisa dibaca oleh generasi selanjutnya, bahwasanya kakek atau nenek buyut ku dulu adalah seorang blogger Aceh.

Pendekar yang dulu bawa rencong, kini berganti dengan papantut untuk menyalurkan hobi menulis ngasal seperti di atas.

Tidak ada mukaddimah panjang dalam tulisan ini, hanya saja melengkapi tulisan yang sudah ada di laman acehblogger.or.id yang sedarinya milad ke-5 ABC kali ini kita sedang membawa semangat #1blogger1book untuk realisasi di lapangan, karena BHSB telah bersusah payah dengan segala pengorbanan telah memberikan sejuta ilmu dalam buku-buku yang nantinya akan kita sebar untuk sekolah-sekolah di Aceh.

Akhir kata, selamat Hari Blogger Aceh dan HUT ke-5 buat semua blogger yang cinta Aceh, lahir di Aceh, serta yang punya rasa ke-Aceh-an. Salam blogger :)

foto dari twitter @tuankuiqbal (tanpa meminta izin lebih dulu) karena fotonya keren, dari dunia maya ke dunia nyata kita sering bersama yang namanya kopi, apalagi lagi ada festival kopi di Banda Aceh.

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...