Langsung ke konten utama

Kenapa Ngeblog bisa Eksis?


Membayangkan kata eksis, seperti di bawa ke atas awan terus naik lumba-lumba dan melihat status kita dibanjiri begitu banyak komentar dari teman atau juga follower fans, eh!.


Kini lahirnya berbagai jejaring sosial tentu menjadi lahan basah bagi orang untuk tampil eksis, ditambah lagi adanya situs video sekelas YouTube bikin tambah-tambah eksis tentunya.

Namun jangan salah, dibalik keeksisan itu tersimpan beragam kesan. Misalnya saja bagi blogger pada umumnya, eksis itu buka karena suka memposting foto layaknya di Facebook, melainkan lewat berbagai tulisan yang tulisnya dengan gaya dan cara tersendiri.



Unik memang, karena hampir semua blogger itu punya genre blog dengan niche tertentu kalau boleh diistilah gampanya itu sisi konten yang sering ditonjolkannya dalam blog. Baik itu curhat, informasi/berita, artikel dan tips, bahkan juga ada berisi copy paste (copas).  Nah, yang copas ini pun beragam versi ada yang santun bahkan juga brutal tanpa mencantumkan sumber sama sekali sesuai kaidah dalam ngeblog.

Lewat niche itulah ngeblog bisa bikin blogger eksis setidaknya di dunia maya. Jadi, kalau untuk eksis itu imajinasikan saja kreasi Anda lewat blog maupun media lainnya asalkan jaga dan tetap hargai karya orang lain, biar pun Anda bisa eksis nanti setidaknya eksis pada lazimnya. :)

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Writing Competition: Eksis dengan Internet.  


POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...