Langsung ke konten utama

Google Tawarkan Sertifikasi Bagi Profesional TI

Image representing Google as depicted in Crunc...Image via CrunchBase
Raksasa internet Google meluncurkan program sertifikasi bagi para profesional di bidang TI (Teknolog Informasi) yang bisa menunjukkan kemampuannya dalam menggunakan, mengembangkan dan menjual Google Apps for Business.

Mereka yang tertarik mendapatkan sertifikasi ini harus mengikuti ujian dan menjawab sebanyak 98 pertanyaan dalam bentuk essay atau pilihan ganda. Jika lolos pada ujian yang berlangsung 2 jam 45 menit, mereka akan menerima sertifikat dan lencana Google Apps Certified Deployment Specialist.

Sangat mudah? Tunggu dulu, semua pertanyaan tentunya berkaitan dengan bidang TI yang melibatkan pengalaman para peserta selama berkutat dengan Google Apps for Business.


"Sebelum mengikuti ujian, peserta disarankan telah mengalami pengalaman di bidang IT profesional minimal 3-6 tahun dan menyelesaikan sedikitnya tiga Google Apps for Business. Penggunaan itu harus melibatkan kompleksitas teknis dan integrasi data signifikan serta migrasi bekerja," terang Google.

Dikutip detikINET dari IT Pro Portal, Minggu (27/2/2011), para kandidat juga harus memahami Google Apps Directory Sync dan tools sever side migration seperti Google Apps Migration for Microsoft Exchange.

Hasil tes langsung diumumkan segera setelah peserta selesai ujian. Nah, mereka yang lolos akan dikirimi sertifikat melalui email. Sementara peserta yang gagal, juga dikonfirmasi melalui email dengan menyertakan saran mengenai bagian mana saja yang perlu dikembangkan.

Untuk saat ini, ujian sertifikasi baru tersedia dalam bahasa Inggris. Namun Google juga ingin menawarkan sertifikasi ini bagi para peserta yang menggunakan bahasa selain bahasa Inggris dalam waktu dekat.

sumber : http://us.detikinet.com/read/2011/02/27/142946/1580405/398/google-tawarkan-sertifikasi-bagi-profesional-ti
Enhanced by Zemanta

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

MyWare: Personalized Service or Invasion of Privacy?

There's a fine line between what is considered a knowledge database and an invasion of privacy, and that line is likely to be determined by marketing. This week we wrote an article about Please Rob Me - a service that identifies Foursquare and Gowalla check-ins on Twitter and lets others know that a person is not home. While location-based services are often touted for their social and recommendation-based benefits, the realization that they can be used negatively have many questioning the responsibility of those groups that collect the data. In mid January Facebook founder Mark Zuckerberg stated that the age of privacy had come to an end and we responded that evolving preferences were not a valid justification of the elimination of privacy preferences . Nevertheless, between cookie tracking and browser identifiers like those shown in the EFF's Panopticlick and the fact that it only takes your zip code, gender and birthdate to identify you, it's hard to ensure to...

Johnny Depp Meninggal Hanya Hoax

Aktor Johnny Depp jadi trending topic di situs jejaring sosial, Twitter. Penyebabnya karena Depp disebut-sebut telah meninggal dunia. Benarkah? Ternyata tidak. Bahan perbincangan para pengguna Twitter didasarkan dari screenshot situs berita CNN yang disebutkan dimuat tahun 2004 silam. Screenshot berita itu pun sebenarnya telah dinyatakan sebagai kesalahan teknis oleh CNN. CNN ketika itu mengaku telah lalai dalam memuat nama korban kecelakaan lalu lintas menjadi Johnny Depp. Padahal yang menjadi korban saat itu bukan aktor top Johnny Depp. Sejumlah situs berita asing yang selama ini dikenal memiliki keakuratan dan kecepatan berita pun tidak memuat mengenai meninggalnya Depp. Situs BBC, Reuters, Contact Music, Female First, Daily Mail, The Sun hingga CNN tidak melansir berita meninggalnya pemain film 'Donnie Brasco' tersebut pada Minggu (24/1/2010).