Langsung ke konten utama

Tagging Foto di Facebook Kini Menggunakan Facial Recognition

Image representing Facebook as depicted in Cru...Image via CrunchBase
Facebook Foto, salah satu fitur jaringan sosial paling populer, mendapatkan upgrade besar dan sangat berpotensi dengan fitur baru yang secara otomatis menyarankan yang pengguna harus tag pada foto yang berbasis pada teknologi pengenalan wajah.

Fitur baru ini, akan mulai di implementasikan ke pengguna di Amerika Serikat minggu depan, seperti yang kami kutip dari situs mashable.com Vice President of Product Facebook, Chris Cox. mengatakan bahwa produk tersebut menggunakan teknologi yang dibangun di-rumah, serta beberapa teknologi yang berasal dari mitra. Namun Cox tidak mengungkapkan nama mitra yang telah membuat teknologi ini untuk facebook namun pihak mashable curiga bahwa mitra yang dimaksudkan tersebut adalah face.com.
Cara menggunakan layanan facebook tag terbaru ini terbilang cukup mudah. Setiap kali anda akan ditawarkan oleh facebook untuk menandai ataupun men-tag di kumpulan foto yang telah facebook kelompokkan dalam sebuah album, facebook akan menggunakan teknologi pengenalan wajah mereka pada tahap ini, facebook akan mengelompokkan foto dengan wajah serupa dan menyarankan anda nama teman yang harus anda tag dalam foto tersebut, anda dapat mengisi nama teman anda yang ada dalam foto tersebut, lalu tinggal klik tombol "Save Tag".

Rilis teknologi pengenalan wajah ini adalah bagian dari upaya lebih besar untuk meng-upgrade Foto. Awal tahun ini, Facebook meluncurkan beberapa upgrade, termasuk thumbnail lebih besar, group tagging dan foto drag-and-drop.


sumber: http://berita.kampoengti.com/content/2010/12/16/71/010933/20380109339/tagging-foto-di-facebook-kini-menggunakan-facial-recognition
Enhanced by Zemanta

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...