Langsung ke konten utama

Meski Umur Sudah Senja, Nge-Facebook Tetap

This is icon for social networking website. Th...Image via Wikipedia
Pemakai Facebook tidak hanya anak-anak muda. Nenek-nenek juga gemar menggunakan media jejaring sosial ini. Paling tidak itulah yang terjadi Inggris. Seorang nenek berusia 103 tahun  menggunakan Facebook di usia senjanya.

Nenek berumur 103 tahun itu bernama Lillian Lowe. Dia meng-update status-nya yang terakhir kemarin melalui iPad-nya. Dengan gadget itu dia masuk ke Facebook dan menyentuh layar dengan jarinya bersama tujuh cucu dan 13 cicitnya.

Lillian yang juga seorang penggemar The Sun’s own app mengatakan, “Saya menyukainya, sangat luar biasa. Itu cara yang luar biasa untuk menemukan sesuatu.”

Nenek penguasaha yang mampu mengingat tenggelamnya kapal pesiar mewah Titanic pada 1912 memiliki 34 teman. Dia juga sering ngobrol dengan cicitnya Kaylee (10 tahun) dan suka melihat foto-fotonya dan berbicara secara online.


Dia diperkenalkan dengan Facebook oleh cucunya Steve (47), seorang mekanik RNLI, yang juga meminjamkan iPadnya kepada neneknya itu. Steve mengatakan, “Dia sangat ingin mengetahui apa yang dibuat anak-anak muda sekarang.”

Lillian yang tiba-tiba melompat menggunakan iPad, padahal dia tidak pernah memiliki telepon genggam, bisa jadi menjadi pengguna Facebook tertua di dunia.

Tetapi juru bicara Facebook mengatakan, “Kami tidak bisa mengkonfirmasi apakah dia pengguna Facebook tertua. Yang pasti Lillian memperlihatkan bahwa menggunakan Facebook tidak dibatasi usia.”


sumber: http://www.suarapembaruan.com/home/meski-umur-sudah-senja-nge-facebook-tetap/2010
Enhanced by Zemanta

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...