Langsung ke konten utama

GM Uji Fitur Pembaruan Facebook dengan Suara

Produsen mobil di Amerika Serikat, General Motors Co, sedang menguji sebuah piranti lunak yang terkait dengan Facebook. Dengan piranti lunak itu pengemudi bisa memperbarui statusnya di Facebook dan jejaring sosial lain dengan berbicara kepada mobilnya. Pengemudi juga bisa mendengarkan pesan Facebook yang disampaikan secara lisan.

Pembaruan status secara verbal itu dilakukan melalui jaringan keamanan OnStar milik GM. Ini adalah salah satu upaya perusahaan ini untuk mempopulerkan OnStar dalam melawan pesaing terdekatnya, Ford Motor, dalam urusan informasi dan hiburan.

OnStar akan digunakan untuk menghubungkan radio berteknologi tinggi, sistem navigasi, dan perangkat elektronik lain di dashboard. Sedangkan Ford meluncurkan teknologi bernama Sync yang digarap bersama Microsoft.

GM juga sedang menguji sebuah fitur yang memungkinkan pengemudi membaca pesan pendek seluler dan membalasnya dengan memilih satu dari empat tombol balasan otomatis di roda kemudi. Juru bicara Jocelyn Allen mengatakan mereka sedang menguji dan mengevaluasi supaya jangan sampai fitur itu mengalihkan perhatian pengemudi dari jalan.

OnStar sebelumnya terkenal lantaran fitur keamanannya yang dapat mengirimkan panggilan bantuan dalam kasus kecelakaan saat kantung udara keluar. Untuk tahun pertama fitur ini gratis bagi kebanyakan mobil buatan GM. Setelah itu, pengguna akan dipungut biaya US$ 199 per tahun untuk layanan dasar dan US$ 299 untuk layanan lebih lengkap.



sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/09/09/brk,20100909-277487,id.html

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...