Langsung ke konten utama

Mencicipi Desain Anyar Facebook

Facebook kembali melakukan perubahan. Kali ini terjadi pada bagian homepage (halaman utama). Apa saja perubahannya?

Pada desain anyarnya, Facebook memindahkan elemen navigasi yang sebelumnya berada di menu “Application” menjadi ke bagian sidebar sebelah kiri halaman. Selain itu, daftar teman online yang sebelumnya berada di bagian bawah sebelah kanan, kini menjadi berpindah ke sidebar sebelah kiri (persis di bawah Application).

Bagian peringatan (alert) jika ada request friends, dsb yang biasanya muncul di bagian kanan, kini berpindah menjadi menjadi pop-up di bagian kiri atas. Pada desain yang baru ini, Facebook juga menambah pengalaman bagi pengguna, seperti kemapuan mengirim pesan langsung dari Homepage menggunakan jendela pop-up. Hal ini tentu menghemat waktu daripada harus menggunakan halaman yang terpisah. Untuk bagian Search yang sebelumnya ada di sebelah pojok akan atas, kini berada di sebelah kiri agak ke tengah dengan field yang lebih besar.



Sementara itu, bagian Filter News Feed dan Friend List yang berada di sebelah kiri kini telah dihilangkan. Pasalnya, jatah Friends List kini telah digunakan untuk daftar teman online. Tak hanya itu, bagian News Feed dan Live Feed kini telah berubah menjadi Most Recent dan Top News. Sayangnya, belum semua pengguna Facebook dapat mencicipi desain anyar homepage ini. Namun demikian, Facebook akan terus mengembangkannya ke skala yang lebih besar.

sumber : http://www.infokomputer.com/reguler/mencicipi-desain-anyar-facebook

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...