Langsung ke konten utama

Gedung Donor Mata Resmi Dibuka

Perkumpulan Penyatun Mata Tunanetra Indonesia (PPMTI) kini memiliki gedung donor mata untuk umum. Gedung berdiri di Jalan DR Semeru, Nomor 120 A, Bogor, Jawa Barat. Gedung ini resmi dibuka mantan Presiden Baharuddin Jusuf Habibie yang juga selaku donatur utama PPMTI.

Acara ini dihadiri Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Setianingsih. Ia mewakili pemerintah dalam penandatanganan kerja sama PPMTI dengan pemerintah. PPMTI diwakili ketua umumnya Hasri Ainun Habibie.

Gedung donor mata telah dilengkapi laboratorium khusus, pemeriksaan kornea mata dan ruangan operasi yang sudah dilengkapi dengan sarana yang memadai untuk mengecek organ mata bagi masyarakat yang ingin mendonorkan kornea mata.


Peresmian gedung ditandai pula dengan pemberian bantuan kaca mata bagi anak-anak sekolah dasar negeri di Kota Bogor yang memerlukannya secara cuma-cuma. Habibie berharap keberadaan gedung ini dapat membantu masyarakat, khususnya kurang mampu untuk mendapatkan donor mata. Sehingga, penderita kebutaan di Tanah Air yang telah mencapai 0,9 persen dapat berkurang.

Habibie juga menegaskan donor mata dipandang dari segi hukum sudah diatur oleh undang-undang dan tidak melaggar hak asasi manusia apabila ada masyarakat yang mendonorkan matanya dengan ikhlas. Sementara PPMTI berharap semakin banyak para pendonor yang mendonorkan kornea mata bagi yang membutuhkan.

sumber : http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/02/21/11288/Gedung-Donor-Mata-Resmi-Dibuka

POPULAR

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...