Langsung ke konten utama

Facebook Mulai Jadi Alat 'Jual Diri'

Perdagangan anak di bawah umur (trafficking) yang menjurus ke prostitusi melalui dunia maya sudah sangat memprihatinkan.

Fenomena tersebut terungkap setelah jajaran Polwiltabes Surabaya berhasil mengungkap adanya sindikat trafficking, Minggu (31/1). Polisi menangkap dua tersangka, yakni Endry Margarini alias Vey, 21, dan Achmad Afif Muslichin, 32, keduanya warga Sidoarjo. Selain itu, seorang gadis berinisial Ls,15, warga Keputran, Surabaya, juga ikut diamankan.

Vey selama ini bertugas sebagai germo dari anak-anak yang diperdagangkan, sedangkan Afif bertugas mencari customer atau lelaki hidung belang. Sementara, Ls bertugas mencari gadis muda.


"Pertama kali diketahui transaksi digelar di sebuah rumah makan cepat saji di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya," jelas Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Anom Wibowo, Senin (1/2/2010) kemarin.

Dalam kasus tersebut, polisi juga meminta keterangan terhadap tiga pelajar yang menjadi korban trafficking, masing-masing berinisial Ft, El, dan Rs. Dengan terungkapnya kasus tersebut, Anom meminta kepada orangtua agar lebih waspada dalam mengarahkan anak gadisnya yang menginjak dewasa.

"Apalagi penyebab terpengaruhnya para pelajar untuk menjual diri karena tuntutan hidup. Jadi trafficking ini sudah menjurus pada prostitusi," tukas Anom.

Dia mengaku sudah memanggil orangtua siswa yang terlibat prostitusi. Dari pemanggilan tersebut kepolisian menyimpulkan bahwa faktor penyebab mereka terjerumus adalah ekonomi yang tidak mencukupi. Sedangkan di sisi lain, tuntutan kebutuhan anak muda zaman sekarang sangat kompleks.

"Bahkan sangat terbuka kemungkinan masih ada lagi sindikat semacam ini. Untuk itu, kita berupaya keras mengembangkan kasusnya," katanya.

Dia menyadari, menguak jaringan trafficking memang bukan persoalan mudah. Dibutuhkan kesabaran dan informasi yang cukup untuk menelusurinya. Pasalnya, prostitusi seperti yang dijalankan Vey dan Afif cukup terorganisir dan dilakukan dengan sangat rapi. Ini jelas berbeda dengan prostitusi biasa yang kasatmata dan mudah melacaknya. Keberadaan account di Facebook baru diketahui setelah mereka tertangkap.

"Itu artinya, mereka selama ini berupaya keras agar aksi mereka tidak diketahui dunia luar. Walaupun account di Facebook bisa diakses semua pengunjung tapi tak semua orang mengetahui di balik itu ada bisnis prostitusi," papar Anom. Berdasarkan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan Satreskrim Polwiltabes, Vey maupun Afif menjalankan bisnis trafficking untuk prostitusi secara mandiri atau tidak terikat dengan sindikat yang lebih besar.

Namun, pihak kepolisian tidak percaya begitu saja. Walaupun tidak terikat, dimungkinkan mereka mengetahui sindikat lain yang juga menjadikan pelajar perempuan sebagai korbannya. Awalnya, berdasarkan pengakuan Vey, dirinya hanya iseng mencari perempuan untuk sejumlah rekannya yang hidung belang.

Dari situlah ia mulai mengetahui ternyata banyak customer yang menyukai gadis muda, terutama pelajar. Akhirnya, dia bekerja sama dengan Afif untuk mencari pelajar yang mau 'menjual' tubuhnya. Kemudian mereka merekrut Ls yang bertugas mencari sasaran di lingkungan sekolah. Ls hanya menggunakan strategi sederhana untuk merekrut anggota baru, yakni menawarkannya dari mulut ke mulut.

Nyatanya, strategi itu cukup untuk menarik minat beberapa gadis. "Biasanya kita mengenakan tarif Rp600–800 ribu untuk setiap gadis. Harga itu memang agak mahal karena mereka masih muda dan berstatus pelajar," ungkapnya. Ia memilih memasarkan lewat Facebook karena lebih mudah, murah, dan praktis.

Cukup dengan mencantumkan foto dan sedikit kalimat menggoda, maka sudah cukup mengundang perhatian pemakai situs jejaring ini. Kasus trafficking menjurus prostitusi yang dijalankan Vey dan Afif harus diakui cukup melek teknologi. Mereka tak lagi menawarkan 'dagangan' secara lisan, tetapi tinggal memampang foto-foto para gadis di account mereka. Bagaimanapun, sistem marketing mereka terbukti jitu dan menarik pelanggan yang tak sedikit.

Sosiolog Universitas Airlangga Bagong Suyanto menyatakan, perubahan strategi marketing membuktikan telah terjadi pergeseran besar dalam dunia trafficking. Jika dulunya dijalankan secara manual atau dari mulut ke mulut, kini sudah merambah dunia maya. Namun, pihaknya tidak lantas memvonis bahwa Facebook atau situs jejaring semacamnya selalu berakibat negatif.

sumber : http://techno.okezone.com/read/2010/02/02/55/299871/facebook-mulai-jadi-alat-jual-diri

POPULAR

Hacker Perusak Ribuan Situs Ditangkap

Pakistan telah melacak kelompok hacker besar dan memenjarakan 5 tersangka yang terlibat dalam merusak ribuan situs web domestik dan internasional dan penipuan online. “Hacker yang dikenal secara internasional telah ditangkap dalam operasi bersama negara-negara lain selama beberapa minggu ini,” kata staf senior Federal Investigation Agency (FIA) Mian Idrees. “Kami telah menggali hacker terkenal Grup Pakbugs dan menangkap 5 anggota grup ini,” katanya. Pihak berwenang menyita komputer dan perlengkapan lain yang terlibat dalam berbagai macam kriminal cyber, katanya. FIA mengatakan dalam sebuah pernyataan, grup ini terlibat dalam pembajakan atau perusakan ribuan situs web milik pemerintah, non-pemerintah dan organisasi internasional. “Mereka juga terlibat dalam penipuan kartu kredit dan penggunaan kartu kredit yang dicuri,” katanya. Pembuat Pakbugs, Jawad Ehsan alias Humza dipercaya berbasis di Arab Saudi, katanya. Tapi pendiri Hassan Khan telah ditangkap di barat laut Peshawa...

Irwandi, Hobi Nyetir Mobil dan Perempuan Cantik

Sebagai Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf minta kepada rakyat tidak menggugatnya dalam dua hal. Pertama, menyetir mobil sendiri. Kedua, menikahi perempuan cantik. Sensasi sepertinya belum juga pupus dari diri dan model kepemimpinan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Bayangkan, di tengah berbagai kritik tiga tahun “kegagalan” pemerintahannya, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala ini, kembali mengeluarkan pernyataan yang membuat sebagian pendukungnya berdecak kagum. “Hanya dua hal yang saya minta pada rakyat Aceh. Lain saya berikan semuanya. Pertama, jangan gugat hobi saya menyetir mobil. Kedua, saya dicandukan untuk menyukai perempuan yang cantik, itu canduan dan saya punya istri cantik. Cuma dua hal itu yang saya minta.

Samsung Galaxy: Another Android Blasts Off

  IT'S getting harder and harder to keep up with all the latest Android mobile phone launches. They are like buses. You wait ages for one, and then about six come along at once. Hot on the heels of the Sony Ericsson X10, LG's first in the GW620, HTC and its Legend and Desire plus Samsung's own Galaxy Portal now comes this beauty. Again it's a Samsung. Again it's a Galaxy but this is codenamed the S and we've no idea why. It's hardly catchy.