Langsung ke konten utama

5 Aturan Kencan Bagi Anak Remaja

Masa remaja penuh dengan pengalaman pertama, termasuk kencan pertama. Sebagai orangtua pasti Anda merasa takut dan khawatir ketika si kecil sudah memasuki usia remaja.

Perhatian ekstra pun perlu Anda berikan. Untuk itu, penting bagi orangtua meletakkan aturan-aturan dasar berkencan untuk buah hati Anda. Ini ide bagus yang perlu diterapkan agar remaja bisa mengikuti aturan saat berkencan. Berikut lima aturan kencan bagi anak remaja yang harus Anda terapkan:

Aturan 1: Kenali siapa pasangannya

Setiap remaja yang mulai berpacaran, wajib mengenalkannya pada orangtua. Anak remaja Anda mungkin akan mengeluh dan merasa tidak nyaman. Tapi ini penting, untuk melakukan sedikit diskusi terkait aturan jam malam berkencan untuk anak remaja Anda dan pasangannya.



Aturan 2: Pastikan tidak ada penggunaan obat atau alkohol

Larang mereka menggunakan obat-obatan terlarang atau alkohol saat kencan di luar dan di dalam rumah. Meskipun hal ini tampak seperti sebuah aturan yang kaku, tapi sangat penting untuk diingatkan. Pastikan untuk mendiskusikan apa yang harus remaja Anda lakukan jika dia menemukan dirinya dalam situasi dimana orang lain mengajaknya mengonsumsi alkohol dan obat-obat terlarang. Dia perlu tahu bagaimana menjaga dirinya dalam situasi yang tidak aman. Pastikan anak Anda tahu bahwa Anda bersedia menjemputnya tanpa memandang waktu dan keadaan.

Aturan 3: Take it slow

Ketika remaja Anda menemukan seseorang yang benar-benar istimewa, coba beritahu padanya jangan terlalu agresif. Berikan nasehat padanya, jika berhubungan lewat telepon maupun SMS agar bisa dibatasi. Sebab remaja yang tengah kasmaran terkadang penuh emosi. Pastikan mereka tidak pergi hanya dengan pasangannya, usahakan ada orang lain atau teman yang ikut serta dengannya.

Aturan 4: Ajarkan untuk menyusun rencana

Remaja Anda harus memiliki rencana untuk kencan. Tidak memiliki rencana dapat mengakibatkan peluang untuk pengambilan keputusan yang buruk.

Aturan 5: Buat aturan batas waktu kencan malam

Mintalah remaja Anda untuk memberikan ide batasan jam malam yang harus dipatuhi. Hal ini dapat membantunya untuk menghormati aturan yang disepakati bersama. Ini bisa mengajarkan remaja Anda untuk lebih dewasa dan mandiri.

sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20100211/tls-5-aturan-kencan-bagi-anak-remaja-34dae5e.html

POPULAR

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...