Langsung ke konten utama

Taktik Hadapi Pria Pencemburu


Sebagian orang berkata jika pasangan Anda cemburu itu berarti dia menaruh hati dan mencintai Anda. Boleh saja cemburu jika porsinya wajar, karena cemburu bisa menstimulasi perasaan cinta seseorang pada pasangannya.

Namun berhati-hatilah, tidak selamanya pula sebuah cemburu itu tanda cinta. Jika cemburunya sudah tak masuk akal, ini justru akan membuat hidup Anda menjadi sulit.

Tidaklah mudah menilai kepribadian seseorang di awal jumpa Anda dengannya. Kalau sudah cinta, siapapun tak kuasa menolak kan?. Agar ini tak jadi kendala bagi Anda dan pasangan dalam menghadapi perasaan cemburu, berikut cara untuk mengatasinya:

1. Pahamilah situasinya
Cari tahu apa yang membuatnya takut saat Anda sedang tidak bersamanya. Buatlah daftar tertulis tentang situasi yang memicu cemburunya, mulai dari situasi yang paling berat sampai hal yang ringan sekalipun. Paparkan padanya situasi-situasi tersebut. Beri penjelasan bahwa yang terjadi tidak seperti apa yang dia pikirkan dan bayangkan. Buat dia merasa nyaman dengan segala penjelasan Anda.

2. Buat dirinya merasa percaya diri
Berikan motivasi padanya untuk selalu tenang dan percaya diri saat dia tak bersama Anda. Minta padanya untuk membuang semua prasangka buruk tentang pengkhianatan yang kelak Anda lakukan padanya.

3. Yakinkan dia bahwa Anda dapat dipercaya
Jangan buat dia selalu cemas dan berpikiran buruk tentang Anda. Segera telpon atau SMS jika Anda terlambat datang untuknya. Ceritakan juga apa yang telah Anda lakukan saat tak bersamanya. Cara ini membuatnya tak berpikiran bahwa Anda telah melakukan kebohongan di belakangnya.

4. Peka terhadap perasaannya
Jangan pancing suasana yang membuatnya cemburu. Semisal membicarakan laki-laki lain di depannya atau sengaja melirik pria lain yang sengaja lewat di depan Anda.

Sama seperti cinta, cemburu tumbuh secara alamiah dalam hati. Namun jika cemburu sudah membuat Anda terkungkung dan menderita psikis, maka tak ada cara lain selain mengakhiri kisah cinta Anda!
sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2010/01/14/784/-Taktik-Hadapi-Pria-Pencemburu

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Zakiah Nurmala and Biography

MyWare: Personalized Service or Invasion of Privacy?

There's a fine line between what is considered a knowledge database and an invasion of privacy, and that line is likely to be determined by marketing. This week we wrote an article about Please Rob Me - a service that identifies Foursquare and Gowalla check-ins on Twitter and lets others know that a person is not home. While location-based services are often touted for their social and recommendation-based benefits, the realization that they can be used negatively have many questioning the responsibility of those groups that collect the data. In mid January Facebook founder Mark Zuckerberg stated that the age of privacy had come to an end and we responded that evolving preferences were not a valid justification of the elimination of privacy preferences . Nevertheless, between cookie tracking and browser identifiers like those shown in the EFF's Panopticlick and the fact that it only takes your zip code, gender and birthdate to identify you, it's hard to ensure to...