Langsung ke konten utama

Ingin Anak Perempuan, Makan Terong


Diet makanan berperan penting untuk menentukan jenis kelamin apa yang diinginkan dari calon bayi Anda.

Studi menunjukkan, orang tua yang mengkonsumsi natrium dan potasium dalam jumlah banyak dalam diet mereka akan mendapatkan anak lelaki. Sementara orangtua dari bayi perempuan lebih memilih mengkonsumsi makanan padat kalsium dan magnesium.

Apa yang dimakan jika Anda menginginkan anak lelaki? Disarankan banyak-banyaklah menelan kentang, jamur, lentil (sejenis kacang-kacangan), ceri manis, pisang, buah aprikot, jeruk, peach, dan kurma. Di sisi lain, hindarilah daun selada, kol mentah, kacang, dan buncis.

Sementara jika Anda mendambakan anak perempuan, banyak mengkonsumsi terong, umbi, wortel, kacang polong, lada (merica), bawang, dan kacang. Sementara harus dikurangi buah plum, pisang, jeruk, kismis, dan melon.

Namun, kalangan medis memberikan sinyal peringatan atas diet yang dilakukan wanita untuk mempengaruhi jenis kelamin bayinya tersebut. Wanita yang terus melakukan diet selama dua bulan setelah kehamilan akan cenderung rentan mengalami keguguran, ketimbang calon ibu yang tidak merencanakan kehamilan mereka. Karena, di awal kehamilan, organ dan sistem pertumbuhan bayi mulai berkembang.

Keseimbangan nutrisi, terutama, kurangnya variasi substansi makanan, akan menyebabkan gangguan serius pada perkembangan embrionik. Sehingga, disarankan untuk menghentikan diet, setidaknya, sebulan sebelum konsepsi atau pembuahan. (geniusbeauty.com)
Sumber : Vivenews.com

POPULAR

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...

Sejarah: Salman al-Parsi Pendiri Kerajaan Jeumpa Aceh

Sebagaimana dikemukakan terdahulu, bahwa sebelum Nabi Muhammad saw membawa Islam, dunia Arab dengan dunia Melayu sudah menjalin hubungan dagang yang erat sebagai dampak hubungan dagang Arab-Cina melalui jalur laut yang telah menumbuhkan perkampungan-perkampungan Arab, Parsia, Hindia dan lainnya di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Karena letak gegrafisnya yang sangat strategis di ujung barat pulau Sumatra, menjadikan wilayah Aceh sebagai kota pelabuhan transit yang berkembang pesat, terutama untuk mempersiapkan logistik dalam pelayaran yang akan menempuh samudra luas perjalanan dari Cina menuju Persia ataupun Arab. Hadirnya pelabuhan transito sekaligus kota perdagangan seperti Barus, Fansur, Lamri, Jeumpa dan lainnya dengan komuditas unggulan seperti kafur, yang memiliki banyak manfaat dan kegunaan telah melambungkan wilayah asalnya dalam jejaran kota pertumbuhan peradaban dunia. ”Kafur Barus”, ”Kafur Fansur”, ”Kafur Barus min Fansur” yang telah menjadi idiom kemewahan para Raja...

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...