Langsung ke konten utama

Anissa Tribanowati Lihat Al Quran, Baru Bicara


Tanpa bermaksud menggurui, Anissa Tribanowati minta Ormas yang mengharamkan rebounding rambut membaca Al Quran lebih dalam.

“Kita harus melihat Al Quran sebagai pedoman sebelum memutuskan perkara yang bukan seharusnya,” ujar Anissa saat ditemui di Taman Buah Mekarsari, baru-baru ini.

Menurut Anissa, larangan rebounding tak beralasan dan sangat tidak masuk akal. Selama ini, lanjut dia, belum ada hal-hal negatif yang diakibatkan dari pelurusan rambut bagi kebanyakan wanita tersebut.

“Kalau buat aku, kita udah dapat pedoman dari Allah. Nah, sekarang kita cari orang yang mengerti tentang pedoman itu soal hal ini (rebounding-red),” ucapnya.

Istri Sultan Djorghi ini menegaskan, agama Islam bukan agama yang menyulitkan. Semua pembahasan soal kehidupan manusia sudah diatur secara baik dan benar di dalam Alqur’an. “Jadi tinggal kita ambil yang baik dan tinggalkan yang buruknya,” jelasnya.

Soal rebounding, Anissa menganggap masalah itu tidak harus dibesar-besarkan. Apalagi, sampai diberlakukan fatwa haram.

Kata Anissa, selain tidak memberi manfaat dan membingungkan masyarakat, fatwa itu mengada-karena ada bisa membuat ekspektasi umat Islam menjadi negatif.

“Islam itu indah banget. Jadi jangan sampai rusak hanya karena segelintir orang,” pungkas bekas istri Adjie Pangestu tersebut.
sumber : http://www.rmblitz.com/index.php?q=infotaint&id=5256

POPULAR

Rasulullah Pingsan dan Menangis Saat Mendengarkan Jibril Mengisahkan Pintu Neraka

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rasululah Saw: "Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?" Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya".

Sejarah Huruf Alfabet

Istilah alphabet sebetulnya berasal dari bahasa Semit. Istilah ini terdiri dari dua kata, yaitu aleph yang berarti 'lembu jantan' dan kata beth yang berarti 'rumah'. Konotasi pictografis dari pengertian kedua kata ini menjadi sebutan untuk menunjukkan huruf pertama a (aleph) dan b (beth) dalam urutan huruf-huruf semit (Mario Pei,1971:176). Ini bukan berarti bahwa tulisan tersebut memakai sistem pictografis-ideografis, akan tetapi malah sebaliknya. Orang-Orang Semit mengambil tanda gambar lembu (kepala lembu) dari huruf Hierogliph Mesir tanpa memperdulikan pengertian lembu itu dalam bahasa Mesir sendiri, sedangkan menurut bahasa Semit, lembu itu disebut aleph. Demikian juga dengan tanda gambar rumah yang mereka sebut beth. Kemudian dengan mempergunakan prinsip akroponi, tanda gambar kepala lembu, oleh masyarakat Semit dijadikan tanda untuk bunyi a dan tanda gambar rumah untuk bunyi b. Semua huruf pada alphebt Semit mempunyai konotasi seperti pictografis itu. Daerah y...

Kerajaan Jeumpa, Kerajaan Islam Pertama Nusantara

Teori tentang kerajaan Islam pertama di Nusantara sampai saat ini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun non Muslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mula masuknya Islam ke Nusantara. Mengenai teori Islamisasi di Nusantara, para ahli sejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsia dan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebut secara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. Teori Mekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teori Persia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer, Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka. i Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika mereka mendo...